Bersekutu dengan Yang Berkehendak Baik

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

 

Kita telah berada di penghujung bulan September. Kita telah bersama-sama berusaha semakin mengenal dan mencintai Kitab Suci dalam gerakan Bulan Kitab Suci Nasional. Tahun ini KAJ memilih tema BKSN 2018 sejalan dengan tahun Persatuan yaitu “Bersatu Dalam Terang Firman”. Semoga tema yang telah kita renungkan bersama membuat kita semakin terampil membangun kesatuan dan bijaksana dalam menyelesaikan berbagai konflik dalam hidup bersama. 
 

Bacaan-bacaan Minggu Biasa XXVI menggemakan ajakan bagi kita sebagai murid Yesus untuk terbuka terhadap gerak Roh Kudus yang bekerja pula diluar komunitas Kristiani. Kita tidak boleh menutup mata dan melarangnya. Kita justru diajak untuk bekerjasama dengan semua orang yang berkehendak baik. Kata-kata Yesus ini menjadi pedoman dan inspirasi minggu ini: “Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita”. Sebagai murid Yesus kita membentuk diri sehingga kita memiliki ciri dasar kristiani yaitu integritas, kualitas, kredibilitas dan fleksibilitas. Selain itu kita juga diajak memiliki kompetensi dasar seorang Katolik yang berarti umum, universal, terbuka yaitu kemampuan untuk kolaborasi bukan semata kompetisi, punya identitas dalam pluralitas, koeksistensi bukan negasi, inklusif bukan eksklusif. 
 

Permenungan tentang situasi hidup kita di tengah pluralitas dunia, telah dirumuskan oleh Gereja Katolik dalam Konsili Vatikan II yang menghasilkan rumusan Sikap Gereja Katolik terhadap agama-agama lain dalam dokumen NOSTRA AETATE – ZAMAN KITA. Ada baiknya kita simak beberapa kutipan dari rumusan Nostra Aetate (NA) yang tetap relevan untuk jaman NOW. 
 

 

Gereja katolik tidak menolak apa pun, yang dalam agama-agama itu serba benar dan suci. Dengan sikap hormat yang tulus Gereja merenungkan cara-cara bertindak dan hidup, kaidah-kaidah serta ajaran-ajaran, yang memang dalam banyak hal berbeda dari apa yang diyakini dan diajarkannya sendiri, tetapi tidak jarang toh memantulkan sinar Kebenaran, yang menerangi semua orang dengan diri-Nya. 
 

Gereja mendorong para putera puterinya supaya dengan bijaksana dan penuh kasih, melalui dialog dan kerja sama dengan penganut agama-agama lain, sambil memberikan kesaksian tentang iman serta peri hidup kristiani, mengakui, memelihara dan mengembangkan harta kekayaan rohani dan moral serta nilai social budaya yang terdapat pada mereka. (NA 2) 
 

Dengan tulus hati melatih diri untuk saling memahami, dan bersama-sama membela serta mengembangkan: keadilan sosial bagi semua orang, nilai-nilai moral, perdamaian dan kebebasan. (NA 3) 
 

Kita diajak untuk bergandeng tangan dengan semua orang yang berkendak baik dan berkomit-men untuk membangun nilai moral, perdamian, martabat manusia (Bene Voluntatis). Kita bekerja sama membangun dunia yang lebih baik dengan memperjuangkan kebaikan bersama, kepentingan umum, kesejahteraan masyarakat (Bonum Commu-nae). 
 

Kita mohon pada Bunda Maria agar kita boleh semakin memiliki keterbukaan hati dan kesediaan untuk bersama-sama bersekutu dengan orang yang berkehendak baik guna membangun dunia menjadi lebih manusiawi. Semoga gerakan BKSN yang telah kita laksanakan ini tidak berlalu dengan selesainya bulan September. Sebaliknya, gerakan itu tetap berlangsung bahkan berkembang dan semakin berbuah subur dalam wujud nyata dalam kehidupan kita sehari-hari. Tuhan memberkati. 
 

This entry was posted in Seputar Gereja. Bookmark the permalink.