Merdeka Untuk Menjadi Murid

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail


 

Minggu ini kita memasuki bulan September yang dalam kebiasaan didedikasikan sebagai Bulan Kitab Suci (BKSN). Tahun ini KAJ mengambil tema “Belajar Berhikmat Dari Tokoh Kitab Suci”. Kita diajak untuk menjadikan Kitab Suci sebagai sumber daya yang memerdekakan. Kitab Suci menjadi sumber inspirasi, daya formatif (membentuk) dan daya transformatif (pembaharuan / perubahan hidup). Kiranya melalui permenungan sepanjang bulan KS kita bisa semakin bertumbuh dalam hikmat Allah. 

 

“Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak dapat menjadi murid- Ku.” Tantangan dari Yesus dalam Injil membuat kita diajak untuk menjadi pribadi yang memiliki kemerdekaan batin. Merdeka dari ikatan primordial, kepentingan diri. Merdeka dari ikatan harta milik. Merdeka untuk memanggul salib dan mengikuti Yesus. Merdeka dari ikatan primordial, naluri mempertahankan diri, kepentingan pribadi, sibuk mengurus diri sendiri. Merdeka dari ikatan egoistik dan merdeka untuk belajar memberikan diri bahkan berkorban diri (ego). Dengan kebebasan semacam inilah, sebuah pilihan kemuridan dapat diletakkan pada dasar yang kokoh. 

 

Menjadi murid berarti menjadi rekan seperjalanan, seperjuangan Yesus, mempertanggungjawabkan rencana yang penting dengan cara yang matang. Hakikat kemuridan bukanlah keinginan saleh sesaat dan mudah berubah menurut keadaan. Orang harus masak-masak menimbang kekuatan sendiri dulu. Bukan hanya keberanian memulai, tetapi juga kemampuan meneruskan dan menerima / menanggung segala konsekuensinya.

 

Pada kesempatan ini pula di paroki Katedral terjadi perubahan personalia pelayan Paroki. Kita mengucapkan banyak terima kasih kepada Rm. Markus Yumartana, SJ yang telah melayani paroki Katedral selama ini. Terima kasih untuk semua pendampingan dan bimbingan kepada semua pihak. Selamat berkarya di tempat baru di Kolese St. Stanislaus Girisonta Ungaran Jawa Tengah. Semoga diberikan kesehatan, kekuatan dan semangat dalam pelayanan di tempat baru. Sebagai gantinya diberikan imam tahbisan baru yaitu Rm. Bernardus Christian Triyudo Prastowo, SJ. Selamat bertugas kepada Rm Yudo. Semoga dapat menjadi gembala yang baik dan berkat bagi seluruh umat Allah. 

 

Semoga berkat doa dan penyertaan Maria Bunda Segala Suku, Bunda Umat Berhikmat, kita semakin menjadi pribadi yang berhikmat dan menjadi murid-murid Yesus yang tangguh, setia dan gembira.

 

Tuhan memberkati. 

This entry was posted in Seputar Gereja. Bookmark the permalink.