Selamat PASKAH 

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Damai Kristus. Selamat Paskah. 
 
Perayaan Paskah telah kita lalui bersama dengan berbagai macam persiapan dan aktivitas untuk membuat Paskah tidak hanya berhenti pada sisi perayaan tetapi juga penghayatan. Pertama-tama kami ucapkan banyak terima kasih dan apresiasi kepada Panitia Paskah 2018 dan seluruh pihak yang dengan bermacam cara telah ikut berpartisipasi dan berkontribusi sehingga perayaan Paskah 2018 berjalan dengan baik, lancar dan khidmat.
 

Kita telah memasuki masa Paskah mulai 1 April sampai berakhir pada Pentekosta, 20 Mei 2018. Kita ada dalam suasana kegembiraan karena perayaan kebangkitan Kristus. Kiranya semangat kebangkitan itu sungguh kita alami dalam kehidupan kita masing-masing. Semoga kita tidak hanya merayakan Paskah yang meriah, tetapi terutama mengalami sungguh kuasa kebangkitan Kristus yang membawa pembaharuan hidup. Seperti yang ditegaskan oleh Bapa Suci Fransiskus dalam twitter @Pontifex, “Each encounter with Jesus changes our life” Perjumpaan pribadi dengan Kristus yang bangkit membawa pembaharuan hidup. Pengalaman itulah yang dikisahkan dalam kisah Kebangkitan dalam Injil.
 

St. Augustinus pernah mengatakan ungkapan berikut: “We are Easter People and Alleluia is Our Song” Kita adalah insan-insan Paskah dan Alleluya adalah Kidung kita. Salah satu tanda bahwa kita adalah manusia Paskah adalah suka cita. Suka cita adalah kata kunci yang digemakan berulang-ulang oleh Paus Fransiskus sebagai salah satu ciri utama murid Yesus. Bukan tanpa alasan, suka cita menjadi ciri khas Gereja Perdana sebagaimana diceritakan dalam Kisah Para Rasul. Cara hidup mereka begitu menarik banyak orang. Mereka saling berbagi, berkumpul dalam doa dan kebersamaan. Mereka selalu bertekun dan gembira, disukai banyak orang. Karena itu Tuhan menambahkan jumlah orang yang percaya ke dalam persekutan Jemaat Perdana. Kiranya semangat yang sama juga menghidupi jemaat kita sekarang ini dalam bingkai motto Tahun Persatuan kita yaitu “Kita Bhinneka Kita Indonesia”.
 

Dalam Tradisi Gereja selama masa Paskah doa rutin Malaikat Tuhan (Angelus) diganti dengan Ratu Surga (Regina Caeli). Kita bersama mohon rahmat dan penyertaan Bunda Maria, Sang Ratu Surga agar menolong kita anak-anaknya dalam peziarahan hidup kita di dunia ini. Kita yakin bahwa kalau bertekun, setia dan gembira mengikuti Yesus, kitapun akan mengalami kemuliaan bersama Bunda Maria di Surga. Kita mohon rahmat melalui Bunda Maria agar kita boleh semakin mengalami kuasa kebangkitan Kristus Puteranya untuk semakin bersatu dan bersaudara dalam keragaman. 
 
 

Tuhan memberkati. 

This entry was posted in Seputar Gereja. Bookmark the permalink.