Devosi Berhikmat – Menggerakkan Terlibat

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail


 

Memasuki bulan Mei, kita bersama telah membuka bulan Maria dengan doa Rosario di Gua Maria, prosesi dan ditutup dengan ekaristi. Panita wilayah Mikael bersama tim Liturgi telah menyusun jadwal doa rosario di Gua Maria selama bulan Mei ini. Dalam rangka devosi Maria pula kita akan mengadakan ziarah Maria Fatima setiap tanggal 13 mulai bulan Mei sampai Oktober. Sebagai paroki yang berlindung pada Bunda Maria, kita ingin memaknai segala bentuk devosi dan kebaktian kita kepada Maria sebagai ungkapan iman yang hidup. Kita ingin belajar seperti Bunda Maria yang menjadi hamba Allah yang taat setia. Kita ingin meneladan Bunda Maria supaya semakin berhimat dalam kehidupan. 

 

Salah satu tanda nyata bahwa devosi kita sungguh berhikmat adalah kita semakin memiliki hasrat dan kehendak kuat untuk semakin terlibat dalam ikut serta berkarya bersama Allah menghadirkan Kerajaan Allah di dunia ini. Bunda Maria adalah sosok teladan kita bersama dalam hidup iman kita. Rencana Keselamatan Allah yang diungkan dengan jelas oleh St. Yohanes dalam Injilnya: “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3: 16). Rencana ini menjadi dapat terlaksana karena ada pribadi yang siap mengeksekusi dalam peran masing-masing. Salah satunya adalah Maria. “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Luk 1:38). Jawaban Maria kepada Malaikat Gabriel atas tugas perutusan Tuhan membuat rencana itu mendapatkan wujudnya yang mulai nampak. 

 

Pertanyaan Yesus kepada Petrus sebanyak tiga kali “Apakah engkau mengasihi Aku?” Sesungguhnya merupa-kan pertanyaan yang berlaku untuk setiap murid Yesus. Kalau Allah begitu mengasihi dunia dan memberikan PuteraNya. Kalau kita telah terlebih dahulu dikasihi Allah begitu rupa. Semestinya jawaban yang muncul dari diri kita jawaban yang menggemakan kasih yang sama. Kita diharapkan mam-pu menjawab seperti Bunda Maria, atau seperti Petrus yang masih belum sempurna jawabannya, tetapi menunjuk-kan itikad dan kehendak yang sungguh untuk mengasihi Allah. Dengan demikian kendati segala dalam segala kerapuhan, diundang pula untuk terlibat dalam karya perutusan Yesus, “Gembalakanlah domba-dombaku”.  

 

Kita mohon rahmat melalui Bunda Maria Ratu Surga, Bunda Segala Suku, Bunda Umat Berhikmat agar kita semakin bertumbuh dalam devosi yang berhikmat yang menggerakkan kita untuk siap sedia terlibat dalam karya keselamatan untuk membangun dunia yang damai, bersaudara dan sejahtera.
 
 Tuhan memberkati. 

This entry was posted in Seputar Gereja. Bookmark the permalink.