SIAPKANLAH JALAN TUHAN 

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

 

Memasuki minggu kedua Adven. Suasana penantian ditandai dengan ajakan untuk melakukan langkah-langkah persiapan sehingga kedatangan Tuhan sungguh bermakna dan membawa sebuah kebaharuan. Namun semangat pembaharuan itu terjadi bukan dalam suasana ketakutan atau keterpaksaan, melainkan suasana yang mengalir dari sebuah pengalaman batin. Sebuah dinamika transformasi hidup. 
 

Nabi Barukh menggambarkan perubahan itu dalam kiasan berpakaian yaitu “menanggankan dan mengenakan”: “Hendaklah engkau menanggalkan pakaian kesedihan dan kesengsaraanmu, lalu mengenakan perhiasan kemuliaan Allah. Berjalan dengan aman di bawah naungan kemuliaan Allah. Dituntun dengan sukacita oleh Allah, oleh cahaya kemuliaan-Nya, dan dengan belas kasihan serta kebenaran-Nya.” Sementara Lukas dalam Injilnya menggambarkan seruan Yohanes Pembaptis untuk bertobat dan membaharui hidup: “Luruskanlah jalan bagi-Nya. Setiap lembah akan ditimbun, setiap gunung dan bukit akan menjadi rata. Yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan.” Senada dengan itu, St. Paulus menasehati kita semua dan berdoa agar bertumbuh: “Semoga kasihmu makin melimpah dan dapat memilih apa yang baik dan semoga kamu dipenuhi dengan buah kebenaran.” 
 

Bersamaan itu pula sebagai bagian dari umat manusia warga plenet bumi ini, kita bersama bersyukur atas meningktnya kesadaran bersama untuk memuliakan dan membela martabat manusia dengan ditetapkannya Deklarasi tentang Hak-Hak Azasi Manusia (HAM) dan diperingati bersama setiap tanggal 10 Desember. Demikian juga tidak kalah penting hal paling merusak martabat manusia dan kemanusiaan serta mengancam kesejahteraan bersama yaitu kejahatan kemanusiaan luar biasa yaitu korupsi. Karena itu tanggal 9 Desember ditetapkan sebagai Hari Anti Korupsi sedunia. Kemanusiaan hancur lebur karena keserahakan yang mewujud nyata dalam wajah kejahatan yang mengerikan yaitu korupsi. Salah satu wujud nyata pertobatan yaitu kalau kita memperjuangkan penghargaan terhadap HAM dan anti Korupsi. 
 

Minggu ini kita diajak bersama-sama melakukan langkah-langkah pembaharuan hidup dalam gerakan 4B ( BERTOBAT, BERBENAH, BERUBAH, BERBUAH). Semoga Adven II memampukan kita mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang membaharui hidup kita dan membawa sukacita sejati. 
 
 

Kita mohon pula rahmat melalui Bunda Maria dan St. Yusuf, agar kita ikut serta dalam gerakan pembaharuan diri dalam keyakinan penuh akan penyertaan Tuhan seperti doa St. Paulus: “Semoga Allah yang telah memulai karya baik di antaramu, akan melanjutkannya sampai pada hari kedatangan Kristus Yesus, Tuhan kita.” Tuhan memberkati. 

This entry was posted in Seputar Gereja. Bookmark the permalink.