SATU NUSA BANGSA BAHASA: INDONESIA

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Tahukah Anda bahwa Sumpah Pemuda 1928 itu merupakan rangkaian sidang dalam Konggres Pemuda II. Konggres Pemuda ke II hari pertama, yaitu hari Sabtu 27 Oktober 1928 diadakan di Gedung Katholieke Jongenliken Bond (KJB). Di manakah lokasinya sekarang? 
 

Lokasi tempat rapat Konggres Pemuda Indonesia ke II tersebut terletak di sebuah gedung yang saat itu disebut Oost Waterlooplein Weltevreden Batavia (sekarang Jalan Lapangan Banteng Utara Jakarta Pusat) dimana tepatnya? Berdasarkan data dan sumber-sumber tertulis, lokasi itu ada di Aula Katedral Jakarta. Gedung tersebut sudah tidak ada lagi. 
 

Katholieke Jongenlingen Bond (KJB) atau Perhimpunan Pemuda Katolik didirikan pada 19 September 1914 seperti tercamtum dalam Vandel KJB yang ada di Museum Katedral Jakarta dan diprakarsai oleh Katholieke Sociale Bond (KSB) yang sudah berdiri sejak 1913. Perkumpulan ini dimaksudkan untuk mewadahi para remaja yang sudah tamat sekolah lanjutan pertama sampai usia 20 tahun, karena usia 21 tahun adalah syarat minimal untuk dapat menjadi anggota KSB. Adalah Pater J. van Rijckevorsel SJ yang mengusahakan didirikannya gedung sendiri di belakang Gereja Katedral untuk mewadahi segala kegiatan KSB dan KJB. Pada Minggu Palma, 24 Maret 1918 gedung ini diresmikan dan diberkati oleh Pater J. van Rijckevorsel SJ. 
 

Tanggal 28 Oktober tahun 2018 tepat 90 tahun lalu, para pemuda dari berbagai kelompok dan golongan menyatukan tekad membangun impian bersama mewujudkan kesatuan dalam kebhinnekaan dan dibingkai dalam satu kata: INDONESIA. 
 

Kita SATU Tanah Air, Bangsa dan Bahasa yaitu INDONESIA. 
 

Kami, putra-putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu , tanah Indonesia. 

Kami, putra-putri Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia, 

Kami, putra-putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. 
 

Itulah sumpah pemuda yang digemakan oleh para Pemuda pada zaman pergerakan nasional. Di sinilah awal cita-cita bersama bersemi dan mendapatkan fondasi yang kokoh yaitu hasrat untuk bersatu sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat dan bermartabat. KeIndonesiaan yang satu dalam kebhinnekaan. Arus kecil dibingkai narasi besar ini membalikkan apa yang membuat Nusantara berada dalam penjajahan bangsa lain yang menggunakan taktik dan strategi memecah belah yang dikenal politik devide et impera. Pecah belah dan kuasai. Inilah arus balik yang menyapu kekuatan yang menghancurkan memecah belah dan melemahkan kita. Arus ini kini oleh segelintir kelompok akan dibelokkan kepada ide lain. Ini saatnya kita sebagai bagian dari anak bangsa ini, memperteguh dan mempertegas di mana kita kokoh berpijak meneruskan dan revitalisasi semangat Sumpah Pemuda. Kita Bhinneka, Kita Indonesia. Kita wajib hukumya berdiri kokoh membela pilar-pilar kebangsaan kita yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, UUD 1945. 
 

Kita mohon rahmat melalui Bunda Maria, Bunda Segala Suku, agar kita boleh semakin menjadi murid-murid Yesus sejati dan semakin berbakti kepada Negeri Indonesia tercinta. Semoga kita tidak lelah mencintai INDONESIA rumah kita bersama bersaudara dengan semua anak bangsa yang lain. Semoga Bunda Maria menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa kita tercinta.
 

Tuhan memberkati. 

This entry was posted in Seputar Gereja. Bookmark the permalink.