Yo Ayo Yo… MERAIH CITA-CITA BERSAMA

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

 

Kita bersama memasuki bulan Agustus. Bulan yang sangat penting bagi kita semua sebagai bangsa, karena pada 17 Agustus kita memperingati dan bersyukur atas anugerah kemerdekaaan dan hadirnya sebuah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Negara yang dibangun atas dasar suatu cita-cita luhur bersama yang menjunjung tinggi keanekaragaman. Motto nasional kita Bhineka Tunggal Ika. Beraneka ragam, berbeda-beda namun satu jua. 
 

Pada tahun 2018 ini kita akan merayakan peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ke 73. Bukan usia yang muda lagi, melainkan usia yang matang untuk suatu bangsa dalam menatap masa depan sesuai cita-cita para pendiri bangsa yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kese-jahteraan umum dan ikut serta menciptakan ketertiban dunia. 
 

Cita-cita proklamasi tersebut telah ditorehkan dan dipertaruhkan dengan jerih payah dan menumpahkan darah para pahlawan dan relawan yang tak terbilang jumlahnya. Kita bersyukur bahwa sejak awal republik ini berdiri, kita warga Katolik berada dalam perjuangan bersama seluruh anak negeri untuk merebut kemerdeka-an. Tak terbilang pula para pahlawan nasional dari ka-langan umat Katolik misalnya Agustinus Adisucipto, Ignatius Slamet Riyadi, Yosafat Sudarso, Cornel Simanjuntak, Mgr A. Sugijopranata, SJ, IJ Kasimo, dll. Beberapa dari mereka adalah orang muda belia yang rela memberikan nyawanya untuk memperjuangkan tegak berdirinya republik ini. Kita teladani semangat juang mereka. Kita teruskan perjuangan mereka untuk mewujud kan cita-cita proklamasi. 
 

Menyongsong gelaran Asian Games yang ber-langsung di Jakarta dan Palembang, kita semua diundang untuk ikut serta menyukeskan pesta olah raga tersebut. Semoga sebagaimana diungkapakan dalam tema Spirit of Asia, semangat harmoni, persaudaraan dan sportivitas terwujud dalam kompetesi mengejar prestasi. “Kalau menang berprestasi. Kalau kalah jangan frustrasi. Kalau menang solidaritas, kita galang sportivitas”. Semoga semangat pagelaran olah raga membentuk kita memiliki karakter ker-ja keras, disiplin, sportif, kerja sama. Semoga Asian Games bukan hanya jadi tontonan yang menarik, tetapi juga tuntutan inspiratif sebagai bangsa untuk tetap fokus kejar untuk meraih bintang prestasi dan cita-cita bersama. 
 

Kita mohon rahmat melalui Bunda Maria agar kita boleh semakin mengalami suka cita dalam mengikuti Yesus sebagaimana Saksi Kristus dan Patriot bangsa sebagaimana teladan para pendiri bangsa, pahlawan kusuma bangsa. 
 

Tuhan memberkati. 
 

Santa Maria Bunda Segala Suku, sertailah dan doakanlah kami bangsa Indonesia tercinta. 

This entry was posted in Seputar Gereja. Bookmark the permalink.