Sinergi untuk Keluarga 

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Dengan semakin banyaknya fenomena yang membuat sebagian besar orang meragukan pentingnya pembentukan hidup berkeluarga, maka semakin penting bagi kita untuk merefleksikan betapa peran keluarga tidak tergantikan oleh apapun, baik dalam masyarakat social secara luas maupun dalam hidup menggereja. 
 

Walau peran-peran keluarga sebagian besar sudah digeser oleh para professional, namun toh kehangatan kasih sayang orang tua dan saudara-saudara tidaklah dapat dikomersialisasikan. Kehangatan keluarga adalah modal penting bagi anak-anak untuk menjalani masa depannya. 
 

Sementara itu, bukankah masa depan kita berada di tangan anak-anak kita? Untuk itulah kita perlu berefleksi secara sungguh-sungguh agar kita semua mampu menempatkan dan menguatkan kembali peran keluarga sebagaimana mestinya. 
 

Namun, tidaklah cukup sekedar menegaskan ulang peran keluarga dan hak-haknya. Lebih daripada itu, diperlukan kebijakan praktis agar tugas keluarga dalam masyarakat dapat dijalankan dengan baik, terutama terkait hubungan antara dunia profesi dan rumah tangga. 
 

Keluarga mempunyai tugasnya sendiri, yaitu melayani anggota keluarganya dan mengembangkan kehidupannya sendiri. Keluarga mempunyai hak untuk itu dan dengan demikian membutuhkan dukungan dan jaminan agar dapat menjalankan tugasnya itu. Di sisi lain, keluarga juga mempunyai tugas dalam masyarakat dan dunia profesi untuk mendapatkan nafkah. Untuk itu diperlukan sinergi yang seimbang agar keluarga dapat menjalankan tugasnya dengan baik, dalam semua bidang tugasnya. 
 

Tantangan yang dihadapi keluarga sungguhlah besar. Anak-anaknya yang telah dewasa tidaklah mudah diterima dalam dunia kerja. Sementara, para ibu rumah tangga yang bekerja, tidaklah mudah juga untuk memenuhi tuntutan profesi sambil tetap bisa mempertahankan kebutuhan keluarganya. Belum lagi perkembangan teknologi komunikasi yang membuat para orang tua terbirit-birit bahkan hanya untukmemahaminya demi keselamatan pergaulan anak-anaknya. 

Maka, marilah kita berdoa bagi para politisi dan para pengendali kebijakan ekonomi, agar mereka betul-betul mau dan bisa merancang serta menjalankan kebijakan yang menjangkau keluarga-keluarga yang betul-betul membutuhkan bantuan, agar kebijakan mereka mempunyai dampak jangka panjang bagi kesejahteraan semakin banyak keluarga, agar kebijakan mereka dapat mengakomodasi, bukan hanya mereka yang berpeluang besar secara ekonomi dan kapasitas pribadi, tetapi juga mereka yang berkebutuhan khusus. 

Kita juga berdoa bagi masing-masing anggota keluarga, agar para orang tua diberi kekuatan bahu-membahu membangun keluarga berdasarkan iman Kristiani sehingga dapat menjadi pelabuhan yang hangat bagi anak-anaknya meski harus menghadapi aneka tantangan, baik ekonomi maupun social, agar anak-anak diberi ketangguhan dan kegembiraan, dapat bekerja sama dengan orang tua menyongsong masa depannya. 

Mengingat semakin banyaknya orang yang menyalahgunakan kelemahan dan ketidakmampuan keluarga, semoga Tuhan membuka hati mereka agar mau menggunakan kepin-taran mereka untuk kebaikan. 

(Paus Fransiskus) 

This entry was posted in Seputar Gereja. Bookmark the permalink.