Mewartakan Kebenaran dan Perdamaian 

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Hari minggu Paskah VII, hari minggu sesudah Kenaikan Tuhan ditetapkan Gereja sebagai Hari Komunikasi Sosial Sedunia. Tahun 2018 ini merupakan tahun ke 52 sejak perayaan tersebut ditetapkan. Hari Komunikasi Sosial Sedunia ditetapkan oleh Paus Paulus VI sebagai perayaan tahunan yang mendorong umat Katolik untuk merenungkan peluang-peluang dan tantangan-tantangan yang dihasilkan oleh sarana komunikasi modern untuk mewartakan pesan sukacita Injil. Pesan Hari Komsos Sedunia biasanya dikeluarkan oleh Paus pada tanggal 24 Januari bertepatan dengan pesta St. Fransiskus de Sales sebagai pelindung Komsos. Tahun 2018 Paus Fransiskus mengeluarkan pesan pada peringatan hari Komunikasi Sosial Sedunia ke 52 dengan tema “Kebenaran akan memerdekakan kamu”: Berita Palsu dan Jurnalisme Perdamaian. 
 
Secara khusus pada tahun 2018 ini Paus Fransiskus mengajak untuk menaruh perhatian pada gejala yang memprihatikan yaitu berita palsu, hoax, ujaran kebencian yang bisa merusak sendi-sendi kehidupan bersama. Kita bersama diajak untuk berkomitmen membendung penyebaran berita paslsu, serta mengangkat keluhuran martabat jurnalisme dan tanggung jawab pribadi para jurnalis untuk menyampaikan kebenaran dan pesan perdamaian. Sebagai pihak yang menjadi pengguna media sosial dan sarana komunikasi di era digital ini, kita tidak bisa lagi menghindar dari kemajuan teknologi informatika dan komunikasi. Hal yang bisa kita lakukan adalah menjadi bijaksana dalam menggunakannya dan cerdas dalam menyaring berita-berita yang tidak selalu menampilkan kebenaran, kebaikan dan perdamaian. 
 

 “Upaya untuk mencegah dan mengidentifikasi informasi yang sesat mememerlukan proses discernment / penegasan rohani yang mendalam dan saksama”. 
 

Cara sederhana untuk menyaring berita dan informasi adalah mempertanyakan pokok-pokok ini: 

  1. Apakah berita/ informasi itu BENAR? 
  2. Apakah hal itu BAIK?
  3. Apakah hal itu BERGUNA?
  4. Apakah hal itu PERLU DITERUSKAN / DISEBARKAN?
  5. Apakah hal itu akan membawa DAMPAK POSITIF untuk kebaikan bersama?

 

Melalui saringan pertanyaan ini diharapkan kita tidak latah dan gegabah meneruskan begitu saya informasi yang tidak terpilih. Dengan cara itu pula kita berkontribusi untuk tidak menambah ruwet dan gaduh kehidupan bersama teristimewa dalam dunia digital dan medsos. Semoga jemari kita ikut serta membangun kehidupan bersama yang ditandai kebaikan, kebenaran dan persaudaraan untuk mewujudkan perdamaian dunia. Stop hoax! Tidak meneruskan berita bohong, ujaran kebencian dan konten yang tidak benar, baik dan berguna. Semoga kita semakin bijak bermedia dan cerdas berselancar di dunia digital dan media komunikasi modern. Memanfaatn semua kemajuan teknologi informatika untuk mewartakan kebenaran dan sukacita Injil. “Kebenaran akan memerdekakan kamu.” ( Yoh 8:32). 
 

Kita mohon penyertaan Bunda Maria Fatima, Sang Ratu Surga, agar menolong kita anak-anaknya dalam peziarahan dan perjuangan menjadi murid Yesus sejati. Kita semakin bijak bermedia dan cerdas memanfaatkan peluang untuk mewartakan sukacita Injil dan perdamaian sejati di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk ini. 
 

Tuhan memberkati. 
 

Bunda Maria Ratu Surga sertailah dan doakanlah kami. 

This entry was posted in Seputar Gereja. Bookmark the permalink.