Menjadi Murid dan Berbuah 

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Pada hari minggu Paskah V ini kita bersama diajak untuk semakin memasuki semangat Yesus yang bangkit bisa merasuk dan memasuki seluruh kehidupan kita sebagai murid-murid Yesus. Melalui perumpaamaan tengang pokok anggur dan ranting-rantingnya, Yesus mau mengingatkan kita semua akan kunci penting kedalaman dan kesejatian sebagai murid-murid Yesus. Ada dua hal mendasar yang tidak bisa tidak ada dalam diri kita yaitu bersatu erat dengan Sang Pokok (tinggal dalam Yesus) dan ukuran menilai kesejatian diri kita sebagai murid Yesus adalah menghasilkan buah. Singkatnya 2B yaitu Bersatu dan Berbuah. 
 

“ Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak.Tinggalah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” 
 

Beberapa hal yang bisa kita buat untuk memelihara agar semakin bersatu erat dengan Yesus sang Pokok Anggur, misalnya: 
 

  1. BERKUMPUL DALAM NAMA-NYA: “Di mana ada dua orang atau lebih berkumpul dalam nama-Ku, aku akan ada ditengah-tengah mereka” (Mat 18:19-20)

  2. MENDENGARKAN SABDA-NYA : “Ia menjelaskan Kitab Suci” (Luk 24:27), dan “Mendengarkan dan melaksanakan Sabda” (Mat7:24)
  3. PEMECAHAN ROTI – PERJAMUAN: “Barang siapa makan tubuh-Ku dan minum darah-Ku, ia akan tinggal dalam Aku dan aku dalam dia.” (Yoh 6:54, Luk 24:35)
  4. MENURUTI PERINTAH-NYA: KASIH: “Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia” (1 Yoh 3: 24)
  5. ADORASI EKARISTI: Visitasi + Adorasi

 
Tentu masih banyak hal yang bisa kita buat. Namun bila 5 pilar itu kita lakukan kiranya sisi keakraban relasi dengan Kristus dan kedalaman hidup kita sebagai murid-murid Yesus dapat terpelihara. Namun semua itu masih harus diuji sebagaimana ditegaskan oleh Yesus sendiri: “Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak, dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” Ujian kesejatian kemuridan adalah buah-buahnya. Dengan demikian kita tidak hanya dituntut saleh secara ritual ibadah dan devosial, tetapi juga kesalehan aktual sosial. Inilah dua kaki tempat kita berpijak pada tanah realitas, namun sekaligus memampukan kita bergerak mengayun langkah bergerak maju. Salah satu buah yang diharapkan dalam Tahun Persatuan ini adalah semakin tulus menghargai kebhinnekaan dan menjalin tali persaudaraan dan bergandeng tangan bekerja sama berkarya untuk kebaikan bersama. 
 

Kita mohon penyertaan Bunda Maria, Sang Ratu Surga agar menolong kita anak-anaknya dalam peziarahan dan perjuangan menjadi murid Yesus. Semoga melalui Bunda Maria agar kita boleh semakin mengalami kuasa kebangkitan Kristus Puteranya. Kita semakin bersatu erat dengan Sang Pokok Anggur dan berbuah dalam kasih.

 

Tuhan memberkati. 

This entry was posted in Seputar Gereja. Bookmark the permalink.