Bersatu Dalam Kebhinekaan

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Kita telah mengawali tahun baru sekaligus Tahun Persatuan KAJ 2018. Secara ritual selama Tahun Persatuan, dalam setiap misa mingguan, akan kita doakan bersama Doa Tahun Persatuan KAJ 2018: Amalkan Pancasila: Kita Bhinneka–Kita Indonesia.
 
Sepanjang tahun ini, kita diajak pula untuk melakukan gerakan-gerakan konkret dan sederhana yang bisa kita lakukan baik secara pribadi maupun kolektif bersama-sama entah keluarga atau warga Lingkungan atau masyarakat sekitar (RT/RW).
 
Sebagaimana diharapkan oleh Bapak Uskup dalam Surat Gembala Tahun Persatuan, melalui gerakan-gerakan sederhana maupun inisiatif kreatif yang dilakukan secara terus menerus dan konsiten akan membentuk habitus baru yang transformatif.
 
Dengan cara itu kita ikut serta dalam perubahan positif perilaku, cara bertindak dan berpikir kita. Panitia memberikan contoh-contoh konkret gerakan transformatif bersama, misalnya:

  1. Kunjungan silaturahmi ke tetangga, terutama tetangga yang sakit/ berduka, atau juga dalam peristitwa gembira dan syukur (kelahiran, perkawinan, khitanan, Hari Raya, dll).
  2. Membiasakan ramah dan menyapa.
  3. Berlaku jujur: anti korupsi, tidak nyogok, tidak nyontek.
  4. Berbagi kepada yang berkekurangan. Daripada membuang-buang makanan, lebih mulia membagikan makanan kepada yang membutuhkan.
  5. Penghargaan dan perhatian kepada mereka yang berjasa dalam kehidupan bersama ( keluarga, masyarakat ): petugas kebersihan, satpam, hansip, pembantu, sopir, dll.
  6. Karya karitatif kepada mereka yang berkebutahan khusus, disable, lansia, anak terlantar, panti asuhan, dll.
  7. Tertib berlalu lintas dan santun di jalan, membiasakan tertib antre, dll.
  8. Hemat energi dan air: secukupnya dan tidak membuang-buang.
  9. Menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, memungut sampah dan membuang ke tempatnya.
  10. Mempunyai teman yang berbeda: agama, suku, ras / etnis, asal usul, dll.

 
Tentu masih terbuka ruang seluas-luasnya untuk melakukan inisiatif dan kreativitas dari seluruh umat. Perlu dicatata di sini bahwa kita tidak perlu kecil hati dan terobsesi untuk melakukan hal-hal yang luar biasa. “Not all of us can do great things. But we can do small things with great love” (Tidak semua dari kita dapat melakukan hal-hal yang luar biasa. Tetapi, kita bisa melalukan hal-hal kecil dan sederhana dengan kasih yang besar).
 
Itulah yang memberi bobot dan makna hidup kita.
 
Semoga kita semakin bertekun dan setia melakukan tindakan-tindakan kecil sebagai wujud nyata pembaharuan perilaku hidup semakin bersatu dengan menghargai perbedaan dan keanekaraagaman serta hidup rukun bersaudara dengan sesama.
 
 
Salam Persatuan dalam kebhinnekaan.
Tuhan memberkati.

This entry was posted in Seputar Gereja. Bookmark the permalink.