FILOSOFI LOGO 210 TAHUN GEREJA KAJ

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Logo terdiri dari angka 210, tulisan ‘Gereja KAJ’, angka 1807 – 2017 yang semuanya dibuat berwarna biru dan Logo KAJ yang ditempatkan di dalam lingkaran angka 0.

1. Warna biru menyiratkan kesejukan dan penuh daya. Dalam tradisi gerejawi, warna tersebut dimanfaatkan untuk menandakan kebijaksanaan Ilahi, yang terus-menerus dihembuskan oleh Roh Kudus (bdk. Yoh 3:8). Roh Kudus, yang adalah Roh Yesus Kristus, itulah yang menghidupkan serta menguatkan semua orang yang percaya dan berserah kepada-Nya. Roh kebijaksanaan Ilahi itu juga yang menyemangati dari dalam para gembala baik yang murah hati, tekun, tidak mudah menyerah, penuh harapan mencari, menghimpun, dan menyatukan domba-domba sepanjang peziarahan 210 tahun Gereja KAJ. Warna Biru juga menjadi tanda kehadiran Bunda Maria yang menyertai, menuntun, dan meneguhkan upaya-upaya Gereja.

2. Curahan Roh Kebijaksanaan Ilahi itu juga disimbolkan dengan angka 1 (satu) yang dibuat lebih istimewa. Lebih tinggi dibanding unsur lainnya. Sedikit melengkung melingkupi lingkaran angka 0 yang dipenuhi Logo KAJ. Itulah simbol Roh Allah yang selalu menyertai Gereja KAJ.

3. Tulisan ‘Gereja KAJ’ di bagian atas mempertegas identitas. Logo KAJ menjadi simbol Gereja KAJ. Ditempatkan di dalam lingkaran Angka 0 yang tidak sepenuhnya dilingkari garis biru. Ada bagian yang terbuka. Ini menandakan Gereja KAJ yang selalu terbuka dipenuhi Roh Allah, inklusif terhadap sesama anggota masyarakat dan seluruh ciptaan.

4. Angka tahun 1807 (tepatnya pada tanggal 8 Mei) adalah tahun berdirinya Perfektur Apostolik Batavia dengan penetapan Imam Jacobus Nelissen sebagai Perfek Apostolik pertama Batavia. Status Perfektur Apostolik itu dalam perjalanan waktu berkembang menjadi Keuskupan Agung Jakarta (pada tahun 1961). Dan, angka tahun 2017 menunjukkan tepat 210 tahun kini usia Gereja KAJ .

5. Secara keseluruhan, angka 210 dibuat dinamis, bergelombang tebal dan tipis. Simbol ini ingin menandai perjalanan panjang Gereja KAJ yang penuh dinamika. Berpijak di tengah gelombang pelbagai kompleksitas situasi Ibu Kota Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Di dalam Gereja yang kontekstual inilah, kasih Allah dinyatakan dengan sukacita injili umat Allah dan diwujudkan agar terciptalah masyarakat yang makin adil, makin beradab.

6. Angka 210 membentuk tunas kelapa yang melambangkan harapan bahwa Gereja KAJ akan terus bertumbuh menjadi pohon yang semua bagian tubuhnya bermanfaat bagi kehidupan. Memberikan dirinya secara utuh dalam menjaga keseimbangan dan keutuhan ciptaan.

Demikianlah filosofi logo 210 tahun peziarahan Gereja KAJ. Tuhan memberkati. Amin

This entry was posted in Seputar Gereja. Bookmark the permalink.