Lonceng Katedral Edisi 41

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmailView Fullscreen

 

Masa Prapaskah sudah setengah jalan kita lalui bersama. Laku tapa badani dalam hal berpuasa dan berpantang adalah jalan menuju kedisiplinan rohani, agar kita terkondisi untuk senantiasa memilih cara hidup yang menyenangkan hati Allah, termasuk melepaskan diri dari kebiasaan yang membuat kita melekat pada dunia dan diri sendiri, tetapi terpisah dari Allah.

Bagaimana kita berjalan bersama Yesus, menyatakan kasih & kesetiaan kita kepadaNya?

Yesus ada dalam sesama kita yang secara jasmani maupun rohani, merasa lapar dan haus, sakit dan telanjang, terasing dan di dalam penjara, dan ya, mereka yang paling hina menurut kacamata dunia. (bdk. Mat 25:35-36). Kasih sejati pada Yesus membuat kita belum merasa bahagia selama mereka yang tersisih dan menderita belum merasakan sentuhan kasih dan kepedulian yang mereka perlukan, sekalipun itu menuntut keberanian kita bermati raga dan menyangkal diri. Dalam karya nyata bagi mereka itulah kita menghayati tema Aksi Puasa Pembangunan 2017, yaitu menjadi makin adil, makin beradab.

Mari kita melanjutkan dengan sukacita perjalanan tobat dan amal kasih kita.

Redaksi Lonceng Katedral

This entry was posted in KOMSOS, Lonceng Katedral, Seputar Gereja. Bookmark the permalink.