Peraturan Pantang dan Berpuasa.

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Dengan menerima abu pada dahi, umat Katolik sedunia sudah memasuki masa Prapaskah atau masa pertobatan iman, yang akan dimulai pada Rabu, 1 Maret hingga Sabtu, 15 April 2017.
 

Berdasarkan Kitab Hukum Kanonik (KHK) kanon 1249, semua orang beriman kristiani menurut cara masing-masing wajib melakukan tobat demi hukum ilahi.
 

“Dalam masa tobat ini, Gereja mengajak umatnya secara khusus meluangkan waktu untuk berdoa, menjalankan ibadat dan karya amalkasih, menyangkal diri sendiri dengan melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara lebih setia dan terutama dengan berpuasa dan berpantang,” jelas Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Suharyo, dalam surat edaran tentang Peraturan Pantang dan Puasa, pada tanggal 9 Februari 2017.
 

Dalam suratnya, Uskup Suharyo mengingatkan kembali kewajiban saat masa Prapaskah terkait dengan Pantang dan Puasa.
 

Berbeda dengan kewajiban berpuasa pemeluk agama yang lain, umat Katolik hanya wajib berpuasa pada hari Rabu Abu, 1 Maret 2017 dan Jumat Agung, 14 April 2017. Sementara, pantang wajib dilakukan saat Rabu Abu dilanjutkan pada setiap hari Jumat selama masa Prapaskah 2017.
 

Berpuasa, menurut hukum Katolik, artinya makan kenyang satu kali sehari dan wajib dijalankan oleh semua orang dewasa atau sudah berumur di atas 18 tahun.
 

Yang diwajibkan berpantang adalah semua yang sudah berusia 14 tahun ke atas. Untuk pantang, umat dapat menentukan sendiri, misalnya pantang daging, pantang garam, pantang jajan, hingga pantang rokok.
 

Lebih lanjut, Uskup Suharyo juga menyatakan perlunya mewujudkan pertobatan ekologis dengan berpartisipasi dalam gerakan pantang plastic dan Styrofoam.
 

“Semoga dengan menjalani masa prapaskah ini, iman kita semakin diteguhkan. Kita percaya dengan-Nya persaudaraan kita akan semakin diakrabkan dan pada gilirannya kita semakin berbelarasa terhadap saudara-saudara kita yang menderita,” tutup Uskup Suharyo. (Fidelis E. Satriastanti/ Panitia Paskah 2017 – Wilayah Santo Petrus).

This entry was posted in Seputar Gereja. Bookmark the permalink.