Gelang Paskah Pengingat Umat Memasuki Masa Prapaskah

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedinmail

Memasuki Masa Prapaskah, Gereja Katedral Jakarta mendukung persiapan umat Katolik dengan membagikan gelang Paskah pada Rabu Abu, 1 Maret mendatang.
 

Romo Albertus Hani Rudi Hartoko SJ selaku Pastor Kepala Paroki Katedral Jakarta, mengatakan bahwa ide gelang tersebut berasal dari banyaknya aktivis dan mahasiswa yang menggunakan gelang sebagai ‘pengingat’ atas komitmen atau janji yang ingin ditepati.
 

“Dari melihat aktivis atau mahasiswa memakai sebagai tanda pengenal antar mereka. Lalu, saya aplikasi kepada APP. Abu hanya [tahan] beberapa jam. Kalau gelang, bisa bertahan lama,” ujar Romo Hani, panggilan akrabnya.
 

Romo Hani menambahkan agar gelang terus dipakai selama masa Prapaskah ini.
 

Gelang ini diharapkan sebagai symbol penanda atau pengingat bagi pemakainya bahwa saat ini dia sedang berada dalam masa Prapaskah. Dengan selalu diingatkan tersebut, diharapkan pemakainya, dalam kesehariannya melakukan aksi-aksi atau intropeksi diri sejalan dengan tema Paskah, “Amalkan Pancasila : Makin Adil Makin Beradab”.
 

Gelang ini hanya akan dibagikan pada hari Rabu Abu sebagai tanda dimulainya masa Prapaskah. Karena, keterbatasan jumlah, diharapkan umat bisa tertib dalam mengambilnya sesudah misa. (Fidelis E. Satriastanti/Panitia Paskah 2017-Wilayah Santo Petrus)

 

Penjelasan simbol gelang Paskah Gereja Katedral Jakarta :
 

K7 : Alamat Gereja St Perawan Maria Diangkat ke Surga (Gereja Katedral Jakarta) yang berlokasi di Jl. Katedral No. 7.
 

MAMB : Singkatan dari Makin Adil Makin Beradab

This entry was posted in Seputar Gereja. Bookmark the permalink.