| Altar utama dibuat
pada akhir abad ke-19 di Negeri Belanda. Altar
ini baru pada tahun 1956 dipindahkan dari
Gereja Jesuit di kota Grogningen ke Jakarta
dan baru dipasang 2 tahun kemudian.
Meja Altar :
Meja pada altar utama yang saat ini digunakan
merupakan meja altar baru yang dibuat di
Jepara.
Mimbar kotbah & mimbar untuk
dirigent
Mimbar kotbah dan dirigent yang saat ini
digunakan adalah buatan Jepara.
Pada mimbar kotbah terdapat ukiran Yesus
sedang berdiri di perahu bersama dengan
murid-muridNya.
Diorama diatas tabernakel
:
Di sebelah kiri :
- Nabi Musa dan para pengikutnya sedang
memungut roti "Manna" untuk diolah
menjadi makanan (Perjanjian Lama).
- Patung Santo Ignatius de Loyola yang memegang
sebuah buku bertuliskan: "Ad
Maiorem Dei Gloriam", yang
artinya : "Demi Kemuliaan Tuhan
yang lebih besar".
Disebelah kanan
- Bapa Abraham bertemu dengan Raja Melkisedek
yang juga menjabat sebagai Imam Agung (Perjanjian
Lama).
- patung Santo Fransiscus Xaverius.
Tabernakel
terletak dibagian tengah, merupakan tempat
Roti Hidup. Diatasnya terdapat salib Yesus.
Dijaga oleh 2 malaikat yang melambangkan
Kemuliaan Tuhan.
Detail di kiri tabernakel
:
•Santo
Paulus dengan pedang bermata dua,
yang melambangkan Sabda Allah. Ia juga tewas
dipancung dengan pedang
•
Santo Yohanes, rasul
dan pengarang Injil. Pada kakinya terlihat
seekor burung rajawali, yang melambangkan
betapa luhur gagasan-gagasan dalam InjilNya.
•
Santo Lukas, disertai seekor
sapi jantan bersayap, sebab ia membuka Injilnya
dengan kisah Zakarias yang mempersembahkan
kurban di Bait Allah di kota Yerusalem (
Lukas 1:5-23)
•
Santo Markus, pengarang
Injil. Ia ditemani oleh seekor singa yang
mengingatkan kita akan awal Injilnya tentang
Yohanes Pembaptis yang suaranya mengaum
di padang gurun.
•
Santo Matius, rasul dan
pengarang Injil. Lambangnya ialah seorang
manusia bersayap, didasarkan pada permulaan
Injilnya tentang asal usul Yesus sebagai
manusia.
Detail di kanan
tabernakel :
•
Santo Gregorius, lengkap
dengan mahkota kepausan yang khas; di atas
pundaknya bertengger seekor burung merpati
sebagai lambing Roh Kudus.
•
Santo Bernulfus, Uskup
dari kota Utrecht. Ia membangun banyak gereja,
sehingga lambangnya adakah sebuah gereja
ditangannya.
•
Santo Fransiscus Borgia;
seorang Pangeran Spanyol dari wangsa yang
termasyur. Ia melepaskan kekuasaannya untuk
menjadi Jesuit dan digambarkan mahkota terletak
dikakinya.
•
Santo Hendrikus, seorang
Kaisar Jerman. Ia memegang sebuah gereja
yaitu Katedral Bamberg, keuskupan yang didirikannya.
•
Santa Gertrudis dari Helfta,
seorang rohaniwati. Ia merintis penghormatan
kepada Hati Kudus Yesus dan dikaruniai pengalaman
mistik.
Di kaki Altar terdapat
pula tiga relief lainnya :
•
Santo Agustinus (354-430);
pujangga gereja dan Uskup kota Hippo di
Afrika Utara.
•
Santo Hieronimus (347-420);
di kota Betlehem ia menerjemahkan Kitab
Suci dari bahasa Ibrani dan Yunani ke Bahasa
Latin.
•
Santo Thomas Aquino (1225-1274);
Imam ordo Dominikan dan Pujangga Gereja.
Diantara relief kaki altar
terdapat tulisan Latin : "Umbram
Fugat Caritas, Quod In Coena Christus Gessit
Faciendum. Hoc Expressit In Sui Memoriam
(Lauda Sion); Noctam Lux Eliminat".
Artinya : "Kasih mengusir bayang-bayang,
apa yang telah diperbuat Kristus dalam Perjamuan
Malam mesti dilakukn. Hal ini menyatakan
kenangan akan Dia (Lauda Sion). Cahaya menyingkirkan
malam/kegelapan". Kutipan dari lagu
Lauda Sion ini dikarang oleh Santo Thomas
Aquino untuk menghormati Sakramen Yang Mahakudus
TAHTA USKUP (Chatedra)
Berada di Panti Imam, terdiri dari 3 kursi.
Terdapat lambang uskup, sesuai dengan Uskup
yang sedang menjabat saat ini. Lambang yang
saat ini terpasang adalah lambang Uskup
Agung Jakarta, Mgr Julius Kardinal Darmaatmadja,
SJ yaitu "In Nomine Jesu" = "Dalam
Nama Yesus". Lambang tersebut digambar
oleh Romo Mangunwijaya, Pr.
DUA PATUNG MALAIKAT
Kedua patung malaikat yang memegang lampu
berada pada ruangan sayap tengah (Panti
Imam).
Selain dua patung malaikat tersebut masih
ada 2 patung malaikat yang lainnya yang
terdapat di Sakristi. Malaikat yang satu
sedang memegang 3 paku Salib Yesus dan yang
lainnya sedang memegang mahkota duri Yesus
saat disalib.
Dalam Sakristi juga terdapat
Monstrans, yaitu benda peninggalan kuno
(tahun 1700) dari Belanda yang berfungsi
sebagai tempat untuk mentahtakan Sakramen
Maha Kudus. |