Memasuki ruangan
dalam gereja, setiap orang akan langsung terpesona
oleh pemandangan yang menyinarkan keagungan dan
kemuliaan Tuhan. Sinar matahari pagi yang masuk
menembus jendela kaca patri menambah indahnya
pesona gereja Katedral ini.
Pilar yang kokoh berbaris di
kedua sisi menyangga atap, membentuk lorong. Di
kedua sisi itu terdapat galeri pada ketinggian
7 meter, yang dulu tempat untuk paduan suara.
Saat ini sudah tidak digunakan lagi untuk tempat
paduan suara mengingat kondisinya yang tidak memungkinkan.
Tempat ini sekarang sebagian dimanfaatkan untuk
museum.
Langit-langit terbuat dari kayu
jati untuk mengantisipasi gempa bumi, dan bukan
dari batu sebagaimana lazimnya. Tinggi langit-langit
itu 17 meter.
Di tengah-tengah ruangan, pada deretan bangku
umat terdapat mimbar pengkothbah.
Mimbar ini dipasang pada tahun 1905, dengan atap
berbentuk seperti kulit kerang yang berfungsi
sebagai pemantul suara. Mimbar ini merupakan hadiah
pada perayaan pesta perak Imamat Mgr Luypen dan
diresmikan oleh Pastor Wenneker. Mimbar bercorak
gotik ini dibuat oleh Firma Te Poel
dan Stoltefusz di Den Haag seharga
6.000 gulden. Pahatan pada bagian depannya menggambarkan
Kotbah Yesus di Bukit (Matius 5-7) dan pengutusan
para murid oleh Yesus (Matius 28:18-20). Kedua
relief itu diapit oleh patung St. Carolus
Boromeus (pelindung Pastor Wenneker),
St. Edmundus (pelindung Mgr Luypen)
dan patung St. Petrus Canisius
(seorang Yesuit suci yang berasal dari Belanda).
Jauh di atas papan pantul suara yang melengkung
seperti sebuah kerang raksasa ini terdapat pahatan
keempat pengarang Injil. Diatas pegangan kanan-kiri
anak tangga pertama berdirilah rasul Petrus dengan
sebuah kunci ditangannya (Matius 16, 19) dan rasul
Paulus yang memegang sebuah Kitab dan pedang sedangkan
di kaki mimbar terdapat delapan kepala setan.
Pada setiap sisi dinding terdapat lukisan jalan
salib yang dilukis di atas ubin-ubin,
dibuat oleh seniman grafis Amsterdam yaitu Theo
Molkenboer. Gambar tersebut mulai ditempel
pada tembok tahun 1912. Di setiap gambar Yesus
diberi aurrola yang dilapisi emas.
Pada sudut belakang terdapat patung Pieta
yang dipesan di Belanda dengan harga
650 gulden, dipasang untuk menggantikan patung
Pieta lama yang terbakar tahun 1957 akibat menjalarnya
api lilin.
Di sisi sebelah kiri dan kanan ruangan terdapat
ruang untuk pengakuan dosa, 2
ruangan pada masing-masing sisinya.
|