Memasuki pintu utama gereja,
akan terlihat selempeng batu pualam
putih menempel di tembok bertuliskan
kalimat dalam bahasa Latin yang artinya: "Aku
didirikan oleh Arsitek Marius Hulswit 1899
- 1901"
Pada sisi tembok sebelah selatan juga terdapat
selempeng besar batu pualam putih berupa prasasti
bertuliskan bahasa Latin, teksnya dapat diterjemahkan
sebagai berikut : "Gedung ini,
yang digambar oleh Imam Antonius Dijkmans
dan yang batu pertamanya diletakkan pada tanggal
16 Januari 1899 oleh Provikaris Carolus Wenneker,
pada tanggal 21 April 1901 dipersembahkan
oleh Yang Mulia Monseigneur Edmundus Sybrandus
Luypen, Uskup titular Orope dan Vikaris Apostolik
Batavia, dengan perlindungan Perawan Maria
yang tersuci, kepada Allah yang Mahabesar."
Ditengah pahatan tersebut terdapat tulisan
D.O.M yaitu "Domino
Optimo Maximo", yang artinya
: "Demi Tuhan Yang Mahabaik dan
Mahabesar"
Pada sisi tembok sebelah utara terlihat monumen
yang terbuat dari granit hitam, mirip
batu nisan. Monumen itu dibuat di Belgia untuk
memperingati jasa Komisaris Jendral Du Bus
de Ghisignies yang mendapatkan tanah di pojok
Lapangan Banteng ini bagi ibadat umat Katolik.
Di sisi tembok sebelah barat terdapat batu
peresmian renovasi/pemugaran Katedral
oleh Bpk. Soepardjo Roestam pada tanggal 13
Agustus 1988, yang pada saat itu menjabat
sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan
Rakyat RI.