Tentang Gereja
 
 
 
 
Sebuah Catatan Sejarah
• 1807-1826
• 1827-1890
• 1891-1901
• 1901-sekarang
 
Bangunan Tua Nan Elegan
• Menara
• Lonceng
• Pintu Masuk Utama
• Portal/Pendopo
• Ruang Dalam Gereja
• Altar
• Orgel Pipa
• Bejana Baptis
• Gambar Uskup
• Museum
• Goa Maria
• Patung Kristus Raja
 
 
 
BANGUNAN TUA NAN ELEGAN
Museum Katedral
 
 
Museum terletak di balkon. Dulunya tempat ini digunakan untuk tempat paduan suara. Mengingat kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi maka tempat ini dipergunakan untuk menyimpan benda-benda bersejarah.
Benda-benda yang dipamerkan di museum secara garis besar dikelompokkan sebagai berikut :
 
1. Alat-alat Ibadat
Monstrans bercorak barok yang digunakan Pastor Limburg, dibuat di kota Roermond sekitar tahun 1700. Bagian-bagiannya :
Atas : lambang Allah Bapa yang menunjuk ke arah Hosti yang melambangkan Allah Putera atau Yesus Kristus. Dibawahnya betuliskan : "Hic Est Fillius Meus Dilectus", yang artinya " Inilah PuteraKu yang terkasih." Matius 13:17

Tengah : Hosti tempat Yesus bersemayam diapit 2 malaikat sebagai lambang Roh Kudus. Dekat para malaikat terdapat batang-batang anggur dan bulir-bulir gandum sebagai lambang Ekaristi.


Bawah : relief seekor Domba duduk diatas sebuah Kitab sebagai lambang Yesus sebagai Anak Domba Allah. (Wahyu 5)
Tongkat gembala yang dihadiahkan kepada Mgr. Claessens oleh penduduk kota asalnya. Diatasnya tertulis : "Huldeblijk van Sittard 1875"
Piala yang diterima Mgr. A. Claessens, Pr dari umat Katolik Hindia Belanda tahun 1876. DI kaki piala terdapat gambar-gambar email Yesus, Maria dan Yosef serta lambang kota Sittard.
Ketika kunjungan Paus Paulus VI pada tanggal 3-4 Desember 1970, beliau menghadiahkan tongkatnya kepada Uskup Agung Jakarta, Mgr. Leo Soekoto, SJ
Piala yang digunakan oleh Paus Yohanes Paulus II pada saat berkunjung ke Jakarta tahun 1989.
Catatan : Piala-piala, monstran dan tongkat gembala disimpan dalam lemari besi.
Beberapa teks doa berbingkai yang sampai tahun 1965 berdiri di meja altar; sampai tahun itu bahasa ibadat resmi masih bahasa Latin dan sang Imam masih membelakangi umat.  
Sibori, dibuat tahun 1956
Sibori yang dibuat tanggal 01 November 1965
Piala dengan 6 gambar Orang Kudus pada kakinya, yaitu :
 
St. Aloysius Gonzaga
St. Petrus
St. Ignatius de Loyola
St. Fransiskus Xaverius
St. Yohanes de Brito
Yesus disalibkan
Monstrans yang dipakai pertama kali pada masa Alm. Romo Soenarwidjaja, SJ
Monstrans dengan 6 gambar Santo Santa pada kakinya serta relief kecil malaikat dan Orang Kudus
 
St. Ignatius
St. Vincentius
St. Lurentius
St. Carolus Borromeus
St. Comelius
St. Elizabeth
  Catatan : Monstrans, Piala dan Sibori ini masih dipakai
 
2. Kasula
Kasula-kasula dalam berbagai bentuk tersimpan dalam lemari antik, yaitu kasula model kuno lima warna, kasula-kasula untuk Misa Tripria, bahkan kasula tiga rangkap yang tempo dulu dipakai oleh uskup dalam Misa Pontifikal sebagai lambang dari pangkat selaku diakon, imam dan uskup
Mitra atau topi ibadat uskup, antar lain mitra Mgr Willekens yang dihiasi lambangnya serta mitra Paus Paulus VI.
 
3. Patung-patung
Patung Hati Kudus Yesus
Sepasang malaikat yang selama seabad menghiasi makam para imam di pekuburan Tanah Abang, sampai pemakaman digusur
Patung Bunda Maria berkonde, diapit oleh sepasang pria wanita Jawa yang sedang menyembah. Tiga arca kecil itu dibuat oleh Pater Reksaatmadja, SJ sekitar tahun 1930 ketika beliau belajar Ilmu Ketuhanan di Negeri Belanda, sebagai latihan untuk perkembangan kesenian Katolik Jawa. Pater Rekso meninggal pada tahun 1953 akibat penyiksaan oleh Kempetai sepuluh tahun sebelumnya, sehingga tidak sempat berhasil memenuhi harapan untuk memprakarsai kesenian Katolik.
Perahu ini menggambarkan perahu dayung yang dinaiki Pastor Bonneke SJ, seorang Imam Jesuit yang wafat di Flores lebih dari 200 tahun yang lalu. Perahu kecil ini teronggok di balkon selatan, lengkap dengan sosok Pastor Bonneke, SJ yang bercaping tengah mendayung perahunya
Patung Petrus Paulus
Patung Suster Ursulin
 
4. Buku-buku
Buku Pemberkatan Perkawinan Tahun 1886
Buku Baptis tahun 1811
Buku-buku Misa berbahasa Latin
Buku lagu Gregorian untuk koor
Buku-buku profan, buku-buku Ilmiah dan hiburan tentang Hindia Belanda
 
5. Lukisan dan Foto
Pada tembok tangga yang dalam kaki menara menuju museum terdapat sejumlah foto Batavia tempo dulu dan dua peta besar yang menunjukkan perkembangan Gereja Katolik di Indonesia dan di Jakarta
Foto-foto bersejarah yang menggambarkan proses pembangunan gedung Gereja Katedral
Lukisan kecil dari katedral serta pastoran dibuat antara tahun 1880 - 1890.
Lukisan dari gedebok pisang, hasil karya Kusni Kasdut yang dibaptis di penjara Cipinang padan bulan Desember 1968 dan dieksekusi beberapa tahun kemudian
 
6. Ruang Duduk
 
Satu set kursi meja yang terbuat dari marmer dan alat-alat (timbangan, filter air, meja kaca) dari Belanda untuk Pastoran
Jam antik dari abad 17, dibuat di Belanda. Pada jam itu sudah ada penunjuk hari dan tanggal. Bagian bawah adalah hiasan pada jam yang berbentuk kincir angin dan perahun serta orang memancing dan mendayung yang bisa bergerak bila jam tersebut hidup
 
7. Benda-benda lain
Organ
Relikwi dari delapan orang Santo anggota Sarikat Yesus
Vandel dari Suatu Perkumpulan Pemuda St. Yohanes Berchm
Surat ijin dari Kantor Gubernur Jenderal
Vandel lambang gereja
Kaleng Misi. Dulu, selama setengah abad dalam jumlah yang besar di ribuan tempat di Nederland disediakan untuk menampung uang logam bagi karya misi pater-pater Yesuit di Indonesia
Alat Mati Raga
 
 
Museum Buka setiap hari Senin, Rabu dan Jumat
Pukul 10.00 - 12.00 WIB