| |
BANGUNAN TUA NAN ELEGAN
Museum Katedral |
| |
 |
| |
Museum terletak di balkon. Dulunya
tempat ini digunakan untuk tempat paduan suara.
Mengingat kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi
maka tempat ini dipergunakan untuk menyimpan benda-benda
bersejarah.
Benda-benda yang dipamerkan di museum secara garis
besar dikelompokkan sebagai berikut : |
| |
| 1. Alat-alat Ibadat |
| • |
Monstrans
bercorak barok yang digunakan Pastor
Limburg, dibuat di kota Roermond sekitar
tahun 1700. Bagian-bagiannya :
• Atas : lambang
Allah Bapa yang menunjuk ke arah Hosti
yang melambangkan Allah Putera atau
Yesus Kristus. Dibawahnya betuliskan
: "Hic Est Fillius Meus Dilectus",
yang artinya " Inilah PuteraKu
yang terkasih." Matius 13:17
• Tengah : Hosti
tempat Yesus bersemayam diapit 2 malaikat
sebagai lambang Roh Kudus. Dekat para
malaikat terdapat batang-batang anggur
dan bulir-bulir gandum sebagai lambang
Ekaristi.
• Bawah : relief
seekor Domba duduk diatas sebuah Kitab
sebagai lambang Yesus sebagai Anak Domba
Allah. (Wahyu 5) |
|
|
| • |
Tongkat gembala yang dihadiahkan
kepada Mgr. Claessens oleh penduduk kota asalnya.
Diatasnya tertulis : "Huldeblijk van
Sittard 1875" |
| • |
Piala yang diterima Mgr.
A. Claessens, Pr dari umat Katolik Hindia
Belanda tahun 1876. DI kaki piala terdapat
gambar-gambar email Yesus, Maria dan Yosef
serta lambang kota Sittard. |
| • |
Ketika kunjungan Paus Paulus
VI pada tanggal 3-4 Desember 1970, beliau
menghadiahkan tongkatnya kepada Uskup Agung
Jakarta, Mgr. Leo Soekoto, SJ |
| • |
Piala yang digunakan oleh
Paus Yohanes Paulus II pada saat berkunjung
ke Jakarta tahun 1989.
Catatan : Piala-piala, monstran dan tongkat
gembala disimpan dalam lemari besi. |
| • |
| Beberapa
teks doa berbingkai yang sampai tahun
1965 berdiri di meja altar; sampai tahun
itu bahasa ibadat resmi masih bahasa
Latin dan sang Imam masih membelakangi
umat. |
|
 |
 |
|
| • |
Sibori, dibuat tahun 1956 |
| • |
Sibori yang dibuat tanggal
01 November 1965 |
| • |
Piala dengan 6 gambar Orang
Kudus pada kakinya, yaitu : |
| |
| • |
St. Aloysius Gonzaga |
| • |
St. Petrus |
| • |
St. Ignatius de Loyola |
| • |
St. Fransiskus Xaverius |
| • |
St. Yohanes de Brito |
| • |
Yesus disalibkan |
|
| • |
Monstrans yang dipakai pertama
kali pada masa Alm. Romo Soenarwidjaja, SJ |
| • |
Monstrans dengan 6 gambar
Santo Santa pada kakinya serta relief kecil
malaikat dan Orang Kudus |
| |
| • |
St. Ignatius |
| • |
St. Vincentius |
| • |
St. Lurentius |
| • |
St. Carolus Borromeus |
| • |
St. Comelius |
| • |
St. Elizabeth |
|
| |
Catatan : Monstrans, Piala
dan Sibori ini masih dipakai |
|
| |
| 2. Kasula |
| • |
Kasula-kasula dalam
berbagai bentuk tersimpan dalam lemari
antik, yaitu kasula model kuno lima
warna, kasula-kasula untuk Misa Tripria,
bahkan kasula tiga rangkap yang tempo
dulu dipakai oleh uskup dalam Misa Pontifikal
sebagai lambang dari pangkat selaku
diakon, imam dan uskup |
| • |
Mitra atau topi ibadat
uskup, antar lain mitra Mgr Willekens
yang dihiasi lambangnya serta mitra
Paus Paulus VI. |
|
 |
|
| |
| 3. Patung-patung |
| • |
Patung Hati Kudus Yesus |
| • |
Sepasang malaikat yang selama
seabad menghiasi makam para imam di pekuburan
Tanah Abang, sampai pemakaman digusur |
| • |
Patung Bunda Maria berkonde,
diapit oleh sepasang pria wanita Jawa yang
sedang menyembah. Tiga arca kecil itu dibuat
oleh Pater Reksaatmadja, SJ sekitar tahun
1930 ketika beliau belajar Ilmu Ketuhanan
di Negeri Belanda, sebagai latihan untuk perkembangan
kesenian Katolik Jawa. Pater Rekso meninggal
pada tahun 1953 akibat penyiksaan oleh Kempetai
sepuluh tahun sebelumnya, sehingga tidak sempat
berhasil memenuhi harapan untuk memprakarsai
kesenian Katolik. |
| • |
Perahu ini menggambarkan
perahu dayung yang dinaiki Pastor Bonneke
SJ, seorang Imam Jesuit yang wafat di Flores
lebih dari 200 tahun yang lalu. Perahu kecil
ini teronggok di balkon selatan, lengkap dengan
sosok Pastor Bonneke, SJ yang bercaping tengah
mendayung perahunya |
| • |
Patung Petrus Paulus |
| • |
Patung Suster Ursulin |
|
| |
| 4. Buku-buku |
| • |
Buku Pemberkatan Perkawinan
Tahun 1886 |
| • |
Buku Baptis tahun 1811 |
| • |
Buku-buku Misa berbahasa
Latin |
| • |
Buku lagu Gregorian
untuk koor |
| • |
Buku-buku profan, buku-buku
Ilmiah dan hiburan tentang Hindia Belanda |
|
 |
|
| |
| 5. Lukisan dan Foto |
| • |
Pada tembok tangga yang
dalam kaki menara menuju museum terdapat sejumlah
foto Batavia tempo dulu dan dua peta besar
yang menunjukkan perkembangan Gereja Katolik
di Indonesia dan di Jakarta |
| • |
Foto-foto bersejarah yang
menggambarkan proses pembangunan gedung Gereja
Katedral |
| • |
Lukisan kecil dari katedral
serta pastoran dibuat antara tahun 1880 -
1890. |
| • |
Lukisan dari gedebok pisang,
hasil karya Kusni Kasdut yang dibaptis di
penjara Cipinang padan bulan Desember 1968
dan dieksekusi beberapa tahun kemudian |
|
| |
| 6. Ruang Duduk |
| |
| • |
Satu set kursi meja
yang terbuat dari marmer dan alat-alat
(timbangan, filter air, meja kaca) dari
Belanda untuk Pastoran |
| • |
Jam antik dari abad
17, dibuat di Belanda. Pada jam itu
sudah ada penunjuk hari dan tanggal.
Bagian bawah adalah hiasan pada jam
yang berbentuk kincir angin dan perahun
serta orang memancing dan mendayung
yang bisa bergerak bila jam tersebut
hidup |
|
 |
|
| |
| 7. Benda-benda lain |
| • |
Organ |
| • |
Relikwi dari delapan orang
Santo anggota Sarikat Yesus |
| • |
Vandel dari Suatu Perkumpulan
Pemuda St. Yohanes Berchm |
| • |
Surat ijin dari Kantor Gubernur
Jenderal |
| • |
Vandel lambang gereja |
| • |
Kaleng Misi. Dulu, selama
setengah abad dalam jumlah yang besar di ribuan
tempat di Nederland disediakan untuk menampung
uang logam bagi karya misi pater-pater Yesuit
di Indonesia |
| • |
Alat Mati Raga |
| |
|
| |
Museum Buka setiap hari Senin, Rabu dan Jumat |
Pukul 10.00 - 12.00 WIB |
| |
| |