Pastor Petrus
Maria Vrancken Pr, pastor kepala di Sittard diangkat
menjadi Vikaris Apostolik II pada tanggal 4 Juli
1847 oleh Paus Pius IX. Saat itu beliau berusia
40 tahun. Pertengahan Desember 1847, Mgr Vrancken
berangkat ke Indonesia bersama dua imam baru.
Kehidupan rohani umat pada waktu itu sangat memprihatinkan.
Dari sekitar 600 orang Katolik waktu itu hanya
25 yang menerima komuni suci pada waktu Paskah.
Mgr. Vrancken sangat memperhatikan dan melayani
umat. Bukan hanya diantara orang-orang Eropa atau
Indo tapi juga masyarakat pribumi. Beliau sempat
menulis kepada Prefek Scholten bahwa beliau sedang
berfikir untuk mendirikan semacam seminari : "Kita
membutuhkan imam-imam pribumi".
Mengingat wilayah yang begitu luas - meliputi
seluruh nusantara- sedangkan pekerja sedikit (hanya
delapan imam), beliau memandang perlu mendatangkan
tenaga misionaris lainnya. Yang pertama datang
tujuh suster Ursulin 7 Februari 1856. Disusul
dua imam Jesuit pertengahan 1859 dan mulai mengambil
alih Paroki Surabaya. Setelah beberapa tahun kesehatannya
menurun. Pada tahun 1871, Mgr Vrancken terpaksa
pulang ke Belanda untuk berobat. Sebagai Pro-Vikaris
ditunjuk Pastor A.C. Claessens Pr. Pada tahun
1874, Mgr Vrancken mengajukan permohonan pengunduran
diri dari jabatan beliau sebagai Vikaris Apostolik.
|