Pastor Scholten
diangkat menjadi Prefek Apostolik ke 3. Pada waktu
Mgr Scholten menjabat Prefek Apostolik, dimulialah
karya misi yang pertama di luar pulau Jawa, yaitu
Padang. Beliau tidak segan-segan menjual mebel
pastoran untuk membiayai perjalanan ke Sumatera
guna mengunjungi orang-orang Katolik di sana,
pada akhir 1834. Di Padang beliau bertemu dengan
Pere Candalh M.E.P, seorang imam Perancis yang
tak lama lagi akan meninggalkan Indonesia. Prefek
Scholten mendirikan suatu Dewan Paroki dan sepulangnya
di Jakarta minta ijin untuk membenumkan 2 imam
di sana. Namun permohonannya ditolak oleh Gouverneur
Generaal Baud dan baru dikabulkan tahun 1838 oleh
Gouverneur Generaal De Eerens.
Prefek Scholten pada tanggal 3 Februari 1842 naik
kapal untuk cuti selama dua tahun di Eropa. Kesehatannya
harus dipulihkan, apalagi beliau ingin memperjuangkan
kepentingan-kepentingan misi baik di Roma maupun
pada pemerintah Belanda.
|