Mgr Leo Soekoto
lahir di desa Jali, Kelurahan Gayamharjo, Kecamatan
Prambanan, Yogyakarta pada tanggal 23 Oktober
1920. Baru pada usia 15 tahun, putera pak Lurah
dari desa Jali itu dibaptis, bahkan tidak lama
kemudian ia membiarkan diri dituntun oleh rahmat
Allah menuju imamat. Orangnya pintar, maka tidak
mengherankan atasannya menugaskan pater muda,
yang pada tahun 1953 ditahbiskan menjadi imam
di Maastricht, melanjutkan studinya di Universitas
Gregoriana di Roma, sebuah perguruan tinggi yang
tersohor. Setelah menyelesaikan pendidikannya
di fakultas Hukum Gereja, beliau menjadi dosen
dan rector di Seminar Tinggi Santo Paulus di Yogyakarta
sampai saat beliau pada tahuan 1966 dipanggil
ke Jakarta untuk mendampingi Bapa Uskup yang sudah
maulai menjadi tua dan merangkap pastor paroki
di Santo Yohanes Penginjil - Kebayoran Baru. Beliau
mempunyai dua saudara : kakaknya, Pater Sonarjo
menjadi pemimpin Serikat Yesus di Indonesia antara
1966 dan 1974 dan yang perempuan menjadi ibu Lurah.
Pada tanggal 15 Agustus 1970, Pastor Leo Soekoto
ditahbiskan menjadi Uskup Agung Jakarta di Istora
Senayan oleh Bapak Kardinal Justinus Darmojoewono.
Setelah Uskup yang dikenal galak dan tegas ini
berkarya diadakan sinode untuk pertama kalinya
di KAJ. Dengan selesainya sinode yang berlangsung
dari 18 November 1988 sampai 15 Agustus 1990 ini
umat KAJ diutus untuk membangun kehidupan umat
dan kesatuan Roh Kudus dan untuk menjadi saksi
Kristus dalam masyarakat.
Setelah genap 25 tahun memimpin KAJ, 50 tahun
sebagai imam Jesuit dan 75 tahun usianya, Mgr
Leo Soekoto dipanggil Tuhan pada 30 Desember 1996.
|