22 Juli 1807,
bersama dengan Pastor Lambertus Prinsen, beliau
mulai naik kapal di Texel (Belanda Utara) menuju
Batavia. Setelah melewati New York dan Afrika
Selatan, mendarat di Jakarta pada tanggal 4 April
1808. Saat itu Pastor Nelissen berusia 55 tahun.
Dua tahun sebelumnya, 1805 - 1806, beliau sudah
bekerja selama beberapa bulan di daerah Tanjung
Harapan Baik, sebagai pastor tentara, tapi permulaan
1806 sudah dipaksa pulang ketika koloni Belanda
ini diduduki Inggris. Pada tanggal 8 Mei 1807,
Pastor Nelissen diangkat menjadi Prefek Apostolik
pertama oleh Paus Pius VII. Tapi tidak dijelaskan
mana batas-batas daerah yurisdiksi prefek baru
sampai tahun 1826 suatu dekrit baru dari Propaganda
Fide menetapkan bahwa kekuasaannya meliputi seluruh
"dominum Belgicum" atau "India
orientalis Belgica" seperti lazim disebut
dalam dokumen-dokumen dari Roma.
Saat itu para imam digaji pemerintah. Ongkos-ongkos
yang dikeluarkan seperti perjalanan, menyewa rumah
dan lain-lain ditanggung pemerintah karena mereka
pertama-tama dikirim ke Indonesia untuk melayani
kebutuhan-kebutuhan rohani orang-orang Eropa.
Pastor Nelissen mempersembahkan Misa Kudus pertama
pada hari Minggu 10 April 1808. Kesan pertama
beliau sangat optimis, malah dalam sepucuk suratnya
beliau mengungkapkan harapan mudah-mudahan di
pulau Jawa bisa didirikan Trappis seperti di Amerika
Serikat untuk pendidikan anak-anak dan untuk menarik
orang-orang kafir dengan teladan mereka yang suci.
Pada tanggal 6 Desember 1817 Prefek Apostolik
pertama, Jacobus Nelissen meninggal dunia. |